“Aku tau ini tidak sopan, tapi aku ingin bertemu
kamu Kirana. Aku tidak tau waktu yang pas itu kapan, kamu tidak pernah
menggubris apapun yang aku tunjukkan. Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan. Ada
banyak hal yang ingin dibicarakan, ijinkan aku masuk sayang. Lihatlah aku
disini, rasakan kehadiranku”.
Ceritakita - Sepasang tangan dingin perlahan mengusap kepalaku
perlahan, terasa dingin sekali. Tangan itu beralih menyentuh pipiku,
mengusapnya cukup lama, kemudian menggenggam lenganku dengan erat.
“Kirana, kirana, ijinkan aku masuk kirana. Bukalah
matamu dan lihatlah aku, aku dihadapanmu..”
Aku mencoba memberanikan membuka mataku, perlahan
sekali... dan kulihat sosok itu, sosok tanpa wajah sedang menggenggam tanganku,
tangan yang kecil, kering dan dingin, dia duduk disamping tempat tidurku. Wajah
kami berhadapan. Rambutnya diikat kebelakang, sesak menyeruak saat mataku
benar-benar terbuka lebar, cahaya yang temaram dan samar, aku ingin bertanya
siapa dia, apa maunya, namun tak ada yang dapat kuucapkan selain perasaan sesak
karena kehabisan oksigen.
“Kirana, ternyata ini masih belum waktunya untukku
menampakkan diri dihadapanmu, aku sangat ingin kamu mengenalku Kirana, aku
minta maaf telah mengganggu tidurmu, sekarang bangunlah kirana, bangun dari
tidurmu”
Aku benar-benar terbangun dan bingung dengan kejadian
ini, cahaya temaram tadi hilang begitu saja, disini sangat terang dan tidak ada
siapapun, meski masih kurasa ada yang menggenggam lengan ini.
Apakah tadi itu mimpi? Kenapa nyata sekali. Kamu siapa?
Bagaimana caranya agar kita dapat bertemu dan kamu
bisa berbicara apa yang ingin kamu bicarakan?
Rasanya aku mengenali sosokmu, kamu adalah sosok
yang berdiri tepat ketika kakekku dinyatakan meninggal, kamu berdiri
dihadapanku dengan mata yang begitu terang menyala, dengan rambut yang diikat
kebelakang, disana pun kamu hanya memandangiku tanpa berkata apapun, dan itu
terjadi 10 tahun yang lalu.
Aku yakin kamu sering sekali ada disini,
menghampiriku dalam setiap tidur, sekedar menyapa atau bahkan menyentuh
rambutku.
Sebenarnya siapa kamu? Aku tau kamu selama ini ada
mengikutiku. Entah itu sekedar memantau, menemani atau apapun itu.
Siapa kamu? Yang semakin kemari ingatan tentang
bayang wajahmu semakin jelas, ada apa?
Apa yang ingin kamu sampaikan?
Enam
Reviewed by Silva_
on
3:11:00 pm
Rating:
No comments:
Post a Comment